Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Accounting. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Accounting. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2014

PERBANKAN

PERBANKAN

Menurut UU RI No 10 Tahun 1998 tanggal 10 November 1998 tentang perbankan, dapat disimpulkan bahwa usaha perbankan meliputi tiga kegiatan, yaitu:

1. Menghimpun dana
2. Menyalurkan dana
3. Memberikan jasa bank lainnya

Kegiatan menghimpun dan menyalurkan dana merupakan kegiatan pokok bank sedangkan memberikan jasa bank lainnya hanya kegiatan pendukung. Kegiatan menghimpun dana, berupa mengumpulkan dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan giro, tabungan, dan deposito.Biasanya sambil diberikan balas jasa yang menarik seperti, bunga dan hadiah sebagai rangsangan bagi masyarakat. Kegiatan menyalurkan dana, berupa pemberian pinjaman kepada masyarakat.Sedangkan jasa-jasa perbankan lainnya diberikan untuk mendukung kelancaran kegiatan utama tersebut. Bank didirikan oleh Prof. Dr. Ali Afifuddin, SE. Inilah beberapa manfaat perbankan dalam kehidupan:
  1. Sebagai model investasi, yang berarti, transaksi derivatif dapat dijadikan sebagai salah satu model berinvestasi. Walaupun pada umumnya merupakan jenis investasi jangka pendek (yield enhancement).
  2. Sebagai cara lindung nilai, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai salah satu cara untuk menghilangkan risiko dengan jalan lindung nilai (hedging), atau disebut juga sebagai risk management.
  3. Informasi harga, yang berarti, transaksi derivatif dapat berfungsi sebagai sarana mencari atau memberikan informasi tentang harga barang komoditi tertentu dikemudian hari (price discovery).
  4. Fungsi spekulatif, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan kesempatan spekulasi (untung-untungan) terhadap perubahan nilai pasar dari transaksi derivatif itu sendiri.
  5. Fungsi manajemen produksi berjalan dengan baik dan efisien, yang berarti, transaksi derivatif dapat memberikan gambaran kepada manajemen produksi sebuah produsen dalam menilai suatu permintaan dan kebutuhan pasar pada masa mendatang.
Terlepas dari funsi-fungsi perbankan (bank) yang utama atau turunannya, maka yang perlu diperhatikan untuk dunia perbankan, ialah tujuan secara filosofis dari eksistensi bank di Indonesia. Hal ini sangat jelas tercermin dalam Pasal empat (4) Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang menjelaskan, ”Perbankan Indonesia bertujuan menunjang pelaksanaan pembangunan nasional dalam rangka meningkatkan pemerataan, pertumbuhan ekonomi, dan stabilitas nasional ke arah peningkatan kesejahteraan rakyat banyak”. Meninjau lebih dalam terhadap kegiatan usaha bank, maka bank (perbankan) Indonesia dalam melakukan usahanya harus didasarkan atas asas demokrasi ekonomi yang menggunakan prinsip kehati-hatian.4 Hal ini, jelas tergambar, karena secara filosofis bank memiliki fungsi makro dan mikro terhadap proses pembangunan bangsa.


BUKU BESAR AKUNTANSI

Buku Besar Akuntansi

Buku besar / Ledger adalah kumpulan akun-akun yang digunakan untuk meringkas transaksi yang telah dicatat dalam jurnal. Buku besar juga dapat diartikan tahapan catatan terakhir dalam akuntansi book of final entry yang menampung ringkasan data yang sudah dikelompokan atau diklasifikasikanyang berasal dari jurnal.
Akun buku besar kadang-kadang tidak mencerminkan data secara rinci, seperti rekening Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang. Untuk mengetahui Utang, Piutang dan Persediaan Barang Dagang secara rinci, diperlukan rekening-rekening lain yang dikelompokkan dalam suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu (subsidiary ledger). Dengan demikian ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang dan buku besar pembantu barang dagang.


Bentuk Buku Besar


Bentuk Buku Besar yang biasa digunakan adalah : 
1. Bentuk T (T account) Bentuk buku besar ini adalah yang paling sederhana dan hanya berbentuk seperti huruf T besar. Sebelah kiri menunjukan sisi Debet dan sebelah kanan menunjukan sisi Kredit. Nama akun diletakan di kiri atas dan kode akun diletakan di kanan atas. Contoh buku besar bentuk T :
Nama Akun : Kas                                                                                      Kode : 101


2.Bentuk Skontro; Buku besar bentuk skontro biasa disebut bentuk dua kolom. Skontro artinyasebelah menyebelah(dibagi dua) yaitu sebelah debet dan sebelah kredit. Contoh buku besar skontro : 
Nama Akun : Utang Usaha                                                                                    Kode : 201

Tanggal
Keterangan
Ref
Debet
Tanggal
Keterangan
Ref
Kredit











3. Bentuk  staffle (berkolom saldo tunggal)
Bentuk ini digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak. contohnya dibawah ini :



4. Bentuk Staffle berkolom saldo rangkap
Bentuk ini hamper sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya kolom saldo dibagi dua kolom yaitu kolom debet dan kolom kredit, contohnya di bawah ini :



Keterangan:
1.        Diisi tanggal transaksi secara kronologis
2.        Diisi penjelasan transaksi
3.        Diisi sumber posting dan halaman jurnal
4.        Diisi jumlah uang yang didebet
5.        Diisi jumlah uang yang dikredit
6.        Dan 7 Diisi saldo uang yang didebet ataupun dikredit


Sumber : http://jurnal-akuntansi.blogspot.com/2012/07/buku-besar-akuntansi.html#ixzz3EtKVva99

SIKLUS AKUNTANSI PERUSAHAAN JASA



Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

Pengumpulan bukti transaksi. Ini tidak termasuk sebagai sebuah bagian siklus akuntansi tapi rutinitas dasar kegiatan akuntansi. Setelah mengumpulkan bukti tersebut maka akan di peroleh sebuah data keuangan. Kasus ini artikelnya adalah Contoh Soal Akuntansi Perusahaan Jasa
1. Pernjurnalan.
Penjuarnalan atau pengelompokan adalah siklus paling pertama dari kegiatan akuntansi. Dari pengumpulan bukti di atas maka akan di hasilkan sebuah jurnal. Kasus ini artikelnya adalah : Jurnal Umum Akuntansi Perusahaan Jasa
Pembuatan Buku Besar atau pengimputan data kebuku besar. Adalah proses dari pengelompokan atas nilai nominal akun masing-masing untuk mengetahui saldo dari tiap perkiraan atau akun. Contoh penyelesaiannya adalah : Buku Besar Akuntansi Perusahaan Jasa
3. Neraca Saldo / Percobaan
Selanjutnya adalah membuat sebuah neraca saldo / neraca percobaan untuk melihat bahwa pengimputan data dari jurnal umum ke buku besar sudah benar dengan membuat neraca saaldonya, melihat posisi atara debet dan kredit seimbang. Artikelnya bisa di baca pada Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Jasa
4. Jurnal Penyesuaian
Berikutnya yaitu membuat penyesuaian. Yaitu melakukan penyesuaian antara fisik dan saldo dalam akun serta penyesuaian atas beberapa penyusutan peralatan dan sebagainya, pada proses ini biasanya kan muncul perkiraan /akun baru. Contoh Artikelnya adalah Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa
5. Neraca Lajur
Setelah proses tersebut kita memasuki 2 proses yaitu imput data buku besar dan pembuatan Neraca Lajur. Yang pertama adalah melakukan imput data jurnal penyesuaian kedalam buku besar. Artikel pengimputan buku besar ini adalah : Buku Besar Perusahaan Jasa Setelah Penyesuaian Kemudian melakukan imput jurnal penyesuaian ke neraca lajur dan membuat neraca setelah di sesuaian. Artikelnya adalah : Contoh Neraca Lajur Perusahaan Jasa. Dalam neraca lajur akan ada kolom neraca setelah di sesuaikan. Periksa saldo masing-masing perkiraan. Jika ada yang tidak sama antara saldo buku besar dengan neraca setelah di sesuaikan maka periksa dan temukan kesalahannya.
6. Laporan Keuangan
Proses berikutnya dari siklus akuntansi perusahaan jasa ini adalah pembuatan laporan keuangan berupa Neraca, Laporan Rugi Laba dan Laporan perubahan modal. Artikelnya bisa di baca di : Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Jasa.
7. Jurral Penutup
Proses berikutnya adalah dengan melakukan penutupan (Jurnal Penutup) atas beberapa akun yang mempengaruhi semua perkiraan dan akun dalam Laporan Rugi Laba dan Laporan Perubahan Modal. Akun yang di tutup adalah Pendapatan, Biaya, Prive, Rugi Laba. Artikelnya bisa di baca : Contoh Jurnal Penutup Perusahaan Jasa
Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap kali melakukan penjurnalan, maka yang di lakukan pula imput data kedalam buku besar. Hal ini nantinya akan membuat semua perkiraan yang di tutup akan ber-saldo Rp. 0,00. Sehingga yang tersisa adalah perkiraan / akun yang mempengaruhi neraca saja yang memiliki saldo. Artikelnya adalah : Buku Besar Setelah Jurnal Penutupan Perusahaan Jasa
8. Jurnal Pembalik
Jurnal Pembalik adalah proses terakhir. Biasanya jurnal ini di lakukan saat melakukan pembalikan atas beberapa akun yang telah di tutup untuk mengembalikan saldonya. Biasanya yang di balik adalah pembayaran yang di bayar dimuka yang belum jatuh tempo. Artikelnya adalah : Contoh Jurnal Pembalik Perusahaan Jasa
9. Neraca Akhir / Awal
Pembuatan Neraca Akhir dan Awal. Disebut sebagai neraca akhir karena di hasilkan pada akhir periode dan di sebut neraca awal karena akan di gunakan sebagai Neraca awal siklus periode berikutnya. Artikelnya adalah : Neraca Akhir dan Awal Periode Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa

MANAGEMEN RITAIL

PERENCANAAN DAN MANAJEMEN RITEL

1. GAMBARAN UMUM TENTANG RITAIL

Pengertian Retail
Retail adalah penjualan dari sejumlah kecil komoditas kepada konsumen.
Retail berasal dari bahasa Perancis yaitu ” Retailer” yang berarti ” Memotong menjadi kecil kecil” (Risch, 1991 ).
Sedangkan menurut Gilbert (2003) Retail adalah Semua usaha bisnis yang secara langsung mengarahkan kemampuan pemasarannya untuk memuaskan konsumen akhir berdasarkan organisasi penjualan barang dan jasa sebagai inti dari distribusi
Dalam kamus Bahasa Inggris – Indonesia, Retail bisa juga di artikan sebagai “Eceran”
Pengertian Retailing adalah semua aktivitas yang mengikut sertakan pemasaran barang dan jasa secara langsung kepada pelanggan
Pengertian Retailer adalah semua organisasi bisnis yang memperoleh lebuh dari setengah hasil penjualannya dari retailing ( lucas, bush dan Gresham, 1994)
Klasifikasi Retail
Menurut Pintel dan Diamond (1971), Retail dapat di klasifikasikan dalam banyak cara, sebagai contoh Retail dapat di kelompokkan sesuai dengan aktivitas penjualan barang berdasarkan sbb :
- Retail Kecil
Bisnis Retail kecil di gambarkan sebagai retailer yang berpenghasilan di bawah $500 pertahun. Pemilik retail pada umumnya bertanggung jawab penuh terhadap seluruh penjualan dan manajemen.
Biasanya kebanyakan pemilik toko pada bisnis retail kecil ini dimiliki oleh secara individu (Individual Proprietorship)
- Retail Besar
Pada saat ini industri Retail di kuasai oleh organisasi besar, organisasi tersebut meliputi : Departemen Store – Chain organization (organisasi berantai), Supermarket, Catalog Store, Warehouse, Outlet dan Online Store (Toko Online )
Departemen Store merupakan salah satu dari retailer besar dimana menawarkan berbagai macam jenis produk / barang, tingkat harga dan kenyamanan dalam berbelanja.

http://febrysd.blogspot.com/2013/05/bab-1-perencanaan-dan-manajemen-ritel

LAPORAN KEUANGAN


LAPORAN KEUANGAN


Laporan Keuangan terdiri dari :
1.    Neraca (Statement of Financial Position)
Neraca dibuat dengan maksud untuk menggambarkan posisi keuangan suatu organisasi / perusahaan pada suatu saat tertentu. Neraca ini disusun dengan mengambil data-data yang tercantum dalam kolom neraca dalam neraca Lajur.
2.    Laporan Laba-Rugi (Statement of Income)
Laporan laba rugi menggambarkan hasil-hasil usaha yang dicapai dalam suatu periode tertentu. Laporan laba-rugi disusun dengan mengambil data-data dalam kolom laba-rugi dalam neraca Lajur.
3.    Laporan Perubahan Ekuitas (Statement of Owners Equity)
Laporan perubahan modal ini menggambarkan pertambahan dan pengurangan modal pemilik.
4.    Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement)
Laporan yang menggambarkan tentang arus kas selama periode tertentu yang di klasifikasikan menurut operasi, investasi dan pendanaan.
5.    Penjelasan atas Laporan Keuangan
Penjelasan atas laporan keuangan merupakan penjelasan naratif atau rincian jumlah yang tertera dalam neraca, laporan laba-rugi, laporan arus kas dan laporan perubahan ekuitas.

AYAT JURNAL PENUTUP (CLOSSING ENTRIES)
Ayat jurnal penutup atau disebut juga closing entries :
1.    Dibuat setiap akhir periode akuntansi :
2.    Dilakukan khusus terhadap perkiraan-perkiraan yang bersifat nominal/sementara yaitu perkiraan pendapatan, beban, pengambilan pribadi dan ikhtisar laba-rugi.
3.    Bertujuan untuk membuat perkiraan-perkiraan yang sifatnya sementara tersebut memiliki saldo nol kembali.
4.    Dibuat dalam bentuk jurnal umum.
Tahapan Membuat Jurnal Penutup :
1.    Menutup seluruh perkiraan pendapatan di posisi debit dengan memindahkannya ke perkiraan ikhtisar laba-rugi di posisi kredit.
2.    Menutup seluruh perkiraaan beban diposisi kredit dengan dengan memindahkannya ke perkiraaan ikhtisar laba-rugi di posisi debit.
3.    Menutup saldo perkiraan ikhtisar laba-rugi dan memindahkannya ke perkiraan Modal atau Laba ditahan (Retained Earning)
4.    Menutup perkiraan pengambilan pribadi di posisi kredit dan memindahkannya ke perkiraan modal di posisi debit
Atau
Menutup Perkiraan Deviden Di posisi kredit dengan memindahkannya ke perkiraanLaba ditahan (Retained Earning).

JURNAL PEMBALIK (REVERSING ENTRIES)

Ayat Jurnal pembalik (Reversing Entries) :
1.    Dibuat setiap akhir periode akuntansi
2.    Sifatnya merupakan pilihan artinya boleh dibuat ataupun tidak
3.    Bertujuan untuk membalik jurnal yang dibuat dalam jurnal penyesuaian
4.    Dibuat dalam bentuk jurnal umum.
Transaksi-transaksi yang bisa memerlukan Jurnal Pembalik :
1.    Beban yang masih harus dibayar (Accrued Expense)
2.    Beban dibayar dimuka (Prepaid expense) bila pada awal transaksi dicatat dengan menggunakan pendekatan beban (expense)
3.    Pendapatan yang masih harus di terima (Accrued Revenue)
4.    Pendapatan diterima dimuka (Unearned Revenue) bila pada awal transaksi dicatat sebagai pandapatan.

http://dokumen-akuntansi.blogspot.com/2013/03/pengantar-akuntansi

NERACA SALDO

NERACA SALDO


Neraca saldo adalah daftar yang berisi saldo-saldo dare seluruh perkiraan yang ada dalam buku besar pada suatu saat tertentu.

Tujuan pembuatan neraca saldo :
1.    Untuk menguji kesamaan debit-kredit didalam buku besar
2.    Untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan

Langkah-langkah penyusunan Neraca Saldo :
1.    Jumlahkan jumlah kolom debit dan kolom kredit pada semua perkiraan dalam buku besar.
2.    Tulislah hasil penjumlahan tersebut pada kolom yang sesuai dalam perkiraan yang bersangkutan.
3.    Hitunglah semua saldo perkiraan buku besar, dengan cara mencari selisih jumlah kolom debit dan kolom kredit. Dan tuliskan selisih tersebut.
4.    Susunlah neraca saldo yang berisi semua nama perkiraan yang terdapat dalam buku besar beserta saldonya masing-masing telah ditentukan pada no. 3.

Penyebab ketidakseimbangan Neraca Saldo :
1.    Kesalahan dalam penyusunan Neraca Saldo :
a.    Kesalahan penjumlahan kolom rupiah.
b.    Ada perkiraan yang belum tercantum.
2.    Kesalahan dalam menentukan saldo perkiraan :
a.    Kesalahan menjumlahkan
b.    Kesalahan menulis saldo debit/kredit.
3.    Kesalahan dalam mencatat transaksi dalam buku besar :
a.    Transaksi telah dicatat dengan jumlah yang berbeda antara debit dan kredit.
b.    Salah memasukan debit menjadi kredit atau sebaliknya.
c.    Lupa mencatat suatu pendebitan atau pengkreditan.

JURNAL PENYESUAIAN




jurnal penyesuaian yaitu jurnal dimana digunakan untuk menyesuaikan setiap barang apa saja yang sudah hais pakai atau pun juga barang yang masih tersisa


Tujuan Dibuatnya Jurnal Penyesuaian (Adjustment Entries)

1.      agar setiap perkiraan riil khususnya perkiraan-perkiraan aktiva dan perkiraan-perkiraan utang menunjukan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
2.      agar setiap perkiraan nominal (pendapatan dan beban) menunjukan pendapatan dan beban yang seharusnya diakui dalam satu periode.

Saldo-saldo yang biasanya memerlukan penyesuaian:

1.      Beban Pemakaian Perlengkapan (Supplies Expense)
Beban perlengkapan adalah sebagian dari perlengkapan (supplies) yang sudah dipakai oleh perusahaan. jurnal penyesuaian yang dibuat adalah sebagai berikut:
Supplies Expense
                 Supplies
Rp. xxx

Rp. xxx

2.      Piutang Pendapatan/Pendapatan Yang Masih Harus Diterima (Accrued Revenue)
Pendapatan yang seharusnya sudah diterima dalam satu periode, tetapi sampai akhir tahun belum diterima. jurnalpenyesuaian yang dibuat adalah:

............Expense
            .............Payable
Rp. xxx

Rp. xxx

3.      Utang Beban/ Beban Yang Masih Harus Dibayar (Accrued Expense)
Beban yang sudah menjadi kewajiban tahun berjalan, tetapi sampai akhir tahun belum juga dibayar. jurnal penyesuaian yang dibuat adalah:

............Expense
            ............Payable
Rp. xxx

Rp. xxx

4.      Pendapatan Diterima Dimuka (Accrued Revenue)
Pendapatan yang sudah diterima, tetapi sebenarnya pendapatan tersebut untuk periode akan datang. jurnal penyesuaian yang dibuat sebagai berikut:
Jika pada saat diterima dicatat sebagai “utang” maka jurnal penyesuaiannya adalah:
Accrued Fees Income
                 Fees Income
Rp. xxx

Rp. xxx

Jika pada saat diterima dicatat sebagai “Pendapatan” maka jurnal penyesuaiannya:
Fees Income
         Accrued Fees Income
Rp. xxx

Rp. xxx

5.      Beban Dibayar Dimuka (Prepaid Expense)
Beban yang sudah dibayar saat ini tapi sebenarnya beban tersebut untuk jangka waktu yang akan datang. jurnal penyesuaiannya adalah:
Jika pada saat membayar beban dicatat sebagai “Harta” maka jurnal penyesuaiannya:
...........Expense
            Prepaid...............
Rp. xxx

Rp. xxx

Jika pada saat membayar dicatat sebagai “Beban” maka jurnal penyesuaiannya:
Prepaid........
            ...........Expense
Rp. xxx

Rp. xxx

6.      Kerugian Piutang Tak Tertagih (Bad Debt Expense)
Sebagian dari piutang (account Receivable) yang tidak bisa ditagih. jurnal penyesuaiannya adalah:
Bad Debt Expense
           Allowance For Bad Debt
Rp. xxx

Rp. xxx

7.      Depresiasi Aktiva Tetap (Depreciation Expense)
Kewajiban untuk melakukan penyusutan terhadap aktiva tetap setiap akhir tahun. jurnal penyesuaiannya adalah:


Depreciation Expense
          Accumulated Depreciation
Rp. xxx

Rp. xxx

 
 
Blogger Templates