Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Communication. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Communication. Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2014

KOMUNIKASI INTERPERSONAL

KOMUNIKASI INTERPERSONAL

Apa itu Komunikasi Interpersonal :
Komunikasi interpersonal adalah proses pertukaran informasi diantara seseorang dengan paling kurang seorang lainnya atau biasanya di antara dua orang yang dapat langsung diketahui balikannya. (Muhammad, 2005,p.158-159).
Menurut Devito (1989), komunikasi interpersonal adalah penyampaian pesan oleh satu orang dan penerimaan pesan oleh orang lain atau sekelompok kecil orang, dengan berbagai dampaknya dan dengan peluang untuk memberikan umpan balik segera (Effendy,2003, p. 30).
Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antara orang-orang secara tatap muka, yang memungkinkan setiap pesertanya menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal atau nonverbal. Komunikasi interpersonal ini adalah komunikasi yang hanya dua orang, seperti suami istri, dua sejawat, dua sahabat dekat, guru-murid dan sebagainya (Mulyana, 2000, p. 73)
Menurut Effendi, pada hakekatnya komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar komunikator dengan komunikan, komunikasi jenis ini dianggap paling efektif dalam upaya mengubah sikap, pendapat atau perilaku seseorang, karena sifatnya yang dialogis berupa percakapan. Arus balik bersifat langsung, komunikator mengetahui tanggapan komunikan ketika itu juga. Pada saat komunikasi dilancarkan, komunikator mengetahui secara pasti apakah komunikasinya positif atau negatif, berhasil atau tidaknya. Jika ia dapat memberikan kesempatan pada komunikan untuk bertanya seluas-luasnya


http://chikawizzi.blogspot.com/2012/08/definisi-komunikasi-interpersonal.html

KOMUNIKASI VERBAL DAN NON VERBAL

Pengertian Komunikasi verbal dan nonverbal beserta contoh dan slogan produk


1. Komunikasi verbal ( verbal communication ) adalah bentuk komunikasi yang disampaikan komunikator kepada komunikan dengan cara tertulis (written) atau lisan (oral). Komunikasi verbal menempati porsi besar. Karena kenyataannya, ide-ide, pemikiran atau keputusan, lebih mudah disampaikan secara verbal ketimbang non verbal. Dengan harapan, komunikan (baik pendengar maun pembaca ) bisa lebih mudah memahami pesan-pesan yang disampaikan.
contoh : komunikasi verbal melalui lisan dapat dilakukan dengan menggunakan media, contoh seseorang yang bercakap-cakap melalui telepon. Sedangkan komunikasi verbal melalui tulisan dilakukan dengan secara tidak langsung antara komunikator dengan komunikan. Proses penyampaian informasi dilakukan dengan menggunakan berupa media surat, lukisan, gambar, grafik dan lain-lain.

2. Komunikasi non verbal ( non verbal communicarion) menempati porsi penting. Banyak komunikasi verbal tidak efektif hanya karena komunikatornya tidak menggunakan komunikasi non verbal dengan baik dalam waktu bersamaan. Melalui komunikasi non verbal, orang bisa mengambil suatu kesimpulan mengenai suatu kesimpulan tentang berbagai macam persaan orang, baik rasa senang, benci, cinta, kangen dan berbagai macam perasaan lainnya. Kaitannya dengan dunia bisnis, komunikasi non verbal bisa membantu komunikator untuk lebih memperkuat pesan yang disampaikan sekaligus memahami reaksi komunikan saat menerima pesan.
Bentuk komunikasi non verbal sendiri di antaranya adalah, bahasa isyarat, ekspresi wajah, sandi, symbol-simbol, pakaian sergam, warna dan intonasi suara.
contoh :
a.Sentuhan
Sentuhan dapat termasuk: bersalaman, menggenggam tangan, berciuman, sentuhan di punggung, mengelus-elus, pukulan, dan lain-lain.
b.Gerakantubuh
Dalam komunikasi nonverbal, kinesik atau gerakan tubuh meliputi kontak mata, ekspresi wajah, isyarat, dan sikap tubuh. Gerakan tubuh biasanya digunakan untuk menggantikan suatu kata atau frase, misalnya mengangguk untuk mengatakan ya; untuk mengilustrasikan atau menjelaskan sesuatu; menunjukkan perasaan,
c.Vokalik
Vokalik atau paralanguage adalah unsur nonverbal dalam suatu ucapan, yaitu cara berbicara. Contohnya adalah nada bicara, nada suara, keras atau lemahnya suara, kecepatan berbicara, kualitas suara, intonasi, dan lain-lain.

d.Kronemik
Kronemik adalah bidang yang mempelajari penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal. Penggunaan waktu dalam komunikasi nonverbal meliputi durasi yang dianggap cocok bagi suatu aktivitas, banyaknya aktivitas yang dianggap patut dilakukan dalam jangka waktu tertentu, serta ketepatan waktu (punctuality).

http://wantysastro.wordpress.com/2013/06/01/pengertian-komunikasi-verbal-dan-nonverbal-beserta-contoh-dan-slogan-produk/

SOFT SKILL DALAM DUNIA KERJA

SOFT SKILL dalam DUNIA KERJA


Ada yang mengatakan ”Pekerja yang terampil mudah didapat, tetapi pekerja yang jujur bak intan berlian, sangat sulit didapat”. Saya mengingat delapan tahun yang lalu, saat saya baru bekerja hampir setahun, saya menghadiri sebuah seminar dengan pembicara seorang pakar leadership dari Inggris. Dia mengatakan bahwa dalam sebuah perusahaan yang hampir semua karyawannya korupsi termasuk si pemilik perusahaan itu juga korupsi, si pemilik perusahaan tetap akan mencari karyawan yang tidak bermental korupsi untuk bekerja di tempatnya.
Pelamar kerja seperti apa yang dicari oleh perusahaan ? Pelamar kerja yang tidak hanya menguasai hal teknis atau hard skill/hard competency tetapi juga yang memiliki soft skill/soft competency (lihat juga artikel dengan judul ”Penilaian dalam Wawancara”). Pekerja yang jujur yang didambakan oleh pemilik perusahaan seperti yang sudah diuraikan di atas, merupakan pekerja yang memiliki soft skill.
Menurut Kamus Kompetensi yang dikeluarkan oleh Harvard University, kompetensi merupakan sesuatu dalam diri seseorang yang harus ditampilkan agar pekerjaan, peran, fungsi, atau tugas menjadi efektif. Termasuk didalamnya perilaku yang sesuai dengan tuntutan pekerjaan, motivasi, serta pengetahuan teknis/keterampilan teknis. Kompetensi sendiri terbagi atas 2 hal besar, yaitu hard competency (selanjutnya disebut hard skill) & soft competency (selanjutnya disebut soft skill). Hard skill merupakan sesuatu yang mudah untuk diamati dan dikembangkan, biasanya berupa keterampilan teknis atau pengetahuan. Mis : A memiliki kemampuan hard skill dalam membuat program dengan bahasa pemograman VB.Net. Sedangkan soft skill merupakan sesuatu yang sulit untuk diamati dan butuh waktu untuk mengembangkannya, serta sangat penting untuk sukses jangka panjang. Soft skill ini merupakan karakteristik dasar kita. Yang termasuk di dalamnya antara lain motivasi, watak, sikap, konsep diri, dan nilai/values. 
SOFT SKILL YANG DIBUTUHKAN DALAM DUNIA KERJA


1. Tanggung jawab kerja
2. Disiplin kerja
3. Kemampuan teknis
Sementara itu berdasarkan hasil survey yang sama diperoleh data bahwa lulusan BINUS masih belum baik dalam hal (diurutkan berdasarkan ranking) :
1. Kemampuan manajerial/kepemimpinan
2. Inisiatif kerja
3. Etika profesional
4. Kerjasama tim

SOFTSKILL


Soft skill adalah suatu kemampuan, bakat, atau keterampilan yang ada di dalam diri setiap manusia. Soft skill adalah kemampuan yang dilakukan dengan cara non teknis, artinya tidak berbentuk atau tidak kelihatan wujudnya.  Namun , softskill ini dapat dikatakan sebagai keterampilan personal dan inter personal.
 Yang dimaksud softskill personal adalah kemampuan yang di manfaatkan untuk kepentingan diri sendiri. Misalnya, dapat mengendalikan emosi dalam diri,  dapat menerima nasehat orang lain, mampu memanajemen waktu, dan selalu berpikir positif. Itu semua dapat di kategorikan sebagai softskill personal.

Kemudian yang dimaksud softskill inter personal adalah kemampuan yg dimanfaatkan untuk diri sendiri dan orang lain. Contohnya,  kita mampu ber hubungan atau ber interaksi dengan orang lain, bekerja sama dengan kelompok lain, dan lain lain.
Nah, softskill juga harus di iringi dengan hardskill, karena kita hidup tidak boleh hanya mempunyai softskill yang berkualitas saja, tapi hardskill kita perlu diperhatikan. Dengan memiliki hardskill yang baik, kita bisa menjadi manusia yang berkualitas. Misalnya, kita di sekolahkan oleh orang tua kita, kita akan memiliki ilmu pengetahuan, nah ilmu tersebut akan kita gunakan dalam kehidupan kita nanti, oleh karena itu, hardskill dan softskill yang seimbang dapat menumbuhkan jiwa/pribadi yang berkualitas.

http://hiddengrazz.blogspot.com/2010/09/pengertian-softskill-penjelasannya

FUNSI DAN PERANAN PUBLIC RELATION

Public Relation, Fungsi dan Peranannya Bagi Perusahaan


PR-imagePublic Relation (PR) adalah fungsi manajemen di suatu perusahaan atau korporasi pada umumnya yang memiliki 4 unsur di dalamnya. Pertama, humas merupakan filsafat manajemen yang bersifat sosial; kedua, humas merupakan suatu pernyataan tentang filsafat tersebut dalam keputusan kebijaksanaan; ketiga, humas adalah tindakan akibat kebijaksanaan tersebut; dan keempat, humas merupakan komunikasi dua arah yang menunjang ke arah penciptaan kebijaksanaan ini kemudian menjelaskan, mengumumkan, mempertahakankan, atau mempromosikannya kepada publik sehingga memperoleh saling pengertian dan itikad baik.
Berdasarkan 4 unsur tersebut, PR di suatu perusahaan dalam menjalankan tugas dan fungsi tersebut terbagi menjadi beberapa bagian. Pembagian tugas di divisi PR dari suatu perusahaan biasanya didasarkan pada kebutuhan dari perusahaan tersebut, sehingga biasanya pembagian divisi PR tidak selalu sama dari satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Pada umumnya divisi PR di suatu perusahaan terdiri dari: Institusional Relations, Media Relations, and Government Relations. Intitusional Relations atau hubungan antar lembaga dalam bahasa Indonesia adalah suatu bagian dari divisi PR di perusahaan yang bertugas melakukan jalinan hubungan ke lembaga-lembaga yang ada di masyarakat. Hubungan tersebut dilakukan untuk menjalin hubungan dengan masyarakat atau lembaga yang ada di sekitar perusahaan. Hal tersebut penting dilakukan karena lembaga, komunitas, ataupun kumpulan masyarakat non lembaga merupakan stakeholder yang berpengaruh terhadap kegiatan dan keberlangsungan suatu perusahaan.
Sementara Media Relations atau hubungan dengan media adalah bagian dari divisi PR di suatu perusahaan yang bertugas untuk menjalin hubungan dengan media mainstreem pada umumnya.  Media relation lebih bertugas untuk bagaimana berhubungan baik dengan media, mengatur arus informasi ke media sehingga isu yang muncul dapat terencana.  Menjalin hubungan dengan media juga merupakan hal yang penting di dalam PR, karena media juga merupakan stakeholder.
Lalu bagian dari divisi PR selanjutnya adalah Government Relations atau hubungan dengan pemerintah. Pemerintah sebagai pemangku kekuasaan dianggap sebagai stakeholder yang sangat berpengaruh sehingga menjalin hubungan dengan pemerintah merupakan hal wajib yang dilakukan oleh PR suatu perusahaan.  Karena apabila dilakukan pemetaan, ada 3 unsur penting bagi PR, yang pertama ada pemerintah, masyarakat, dan swasta. Ketiga unsur penting tersebut sangat berpengaruh di dalam masyarakat, sehingga dibutuhkan pendekatan, hubungan, dan pengelolaan terhadap ketiga unsur tersebut.
Dalam hal ini yang akan dibahas adalah bagian PR Institusional Relations atau hubungan antar lembaga di masyarakat. Dimana tugas dari Institusional Relations sangat erat hubungannya dengan masyarakat. Tugas dari Institusional Relations sendiri adalah melakukan pengembangan masyarakat sekitar perusahaan, karena memang pada dasarnya suatu perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mengembangkan masyarakat yang ada di sekitarnya.
Biasanya suatu perusahaan melakukan beberapa program terencana untuk pengembangan masyarakat. Program tersebut melibatkan masyarakat sebagai salah satu stakeholder perusahaan yang dianggap cukup berpengaruh terhadap keberlangsungan perusahaan.
Melakukan pengembangan terhadap masyarakat atau community development  merupakan tugas perusahaan yang biasanya dilakukan oleh PR dengan nama program Corporate Sosial Responsibility(CSR). CSR biasanya melakukan pengembangan terhadap beberapa bidang di masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan masih banyak lagi yang pada intinya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar perusahaan.
Dalam konteks ini, citra bukanlah fokus utama dari PR, karena seperti yang dijelaskan di atas, bahwa salah satu tugas perusahaan adalah melakukan pengembangan kepada masyarakat. Sehingga apabila setelah itu mendapat outcome sebuah citra perusahaan maka itu merupakan sebuah tambahan.

http://mediapublica.co/2013/06/10/public-relation-fungsi-dan-peranannya-bagi-perusahaan/

TUGAS CUSTOMER SERVICE

 
Tugas Customer Service.

Selain memiliki fungsi, seorang customer service yang berada digaris depan bank (front office) juga memiliki tugas. Tugas ini pada hakekatnya adalah penerapan dari fungsi-fungsi yang telah disebutkan diatas dan tugas ini
nantinya yang dapat dilihat oleh nasabah dalam kegiatan sehari-hari nantinya.
 Memberikan pelayanan kepada nasabah yang berkai¬tan dengan pembukaan rekening tabungan, giro, pembukaan deposito, permohonan nasabah yang lainnya. Di samping itu memberikan informasi sejelas mungkin mengenai berbagai produk dan jasa yang ingin diketahui dan diminati kepada nasabah atau calon nasabah.
 Menerima, melayani dan mengatasi permasalahan yang disampaikan oleh nasabah sehubungan dengan ketidakpuasan nasabah atas pelayanan yang diberi¬kan oleh pihak nasabah.
 Mengadministrasikan daftar hitam Bank Indonesia dan daftar rehabilitasi nasabah serta file nasa¬bah.
 Mengadministrasikan resi permintaan dan pengemba¬lian buku cek dan bilyet giro serta surat kuasa.
 Memberikan informasi tentang saldo dan mutasi nasabah.
 Mengadministrasikan buku cek, bilyet giro, dan buku tabungan.
 Memperkenalkan dan menawarkan produk dan jasa yang ada dan yang baru sesuai dengan keinginan dan kebutuhan nasabah.
(4) Wewenang Customer Service.
Sehubungan dengan tugas dan fungsi dari customer service, maka seorang customer servicepun memiliki wewenang. Wewenang inilah yang merupakan wujud konkrit tugas secara lebih khusus terhadap pekerjaan yang
diembannya yaitu menyelesaikan setiap pekerjaan dan tugas sampai tuntas dengan baik (tidak ada yang tergantung atau pending, tidak ada masalah yang timbul dari pekerjaannya, kecuali memang hal itu terjadi diluar jangkauannya).
Adapun wewenang tersebut antara lain :
 Menyaksikan nasabah mengisi dan menandatangani formulir, aplikasi, perjanjian-perjanjian.
 Melakukan penolakan permintaan pembukaan rekening bilamana tidak memenuhi persyaratan atau prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank.
 Melakukan verifikasi tanda tangan customer.
 Melakukan penolakan permintaan buku bilyet giro dan cek apabila tidak memenuhi persyaratan.
 Melakukan penutupan rekening baik atas permintaan nasabah maupun karena sebab lainnya berdasarkan prosedur intern bank.
Sehubungan dengan wewenang Customer Service yaitu perihal penolakan permintaan pembukaan rekening bilamana tidak memenuhi persyaratan atau prosedur yang telah ditetapkan oleh Bank, maka dalam hal ini telah dikeluarkan peraturan dari Bank Indonesia, yaitu Peraturan Bank Indonesia No. 3/10/PBI/2001 tanggal 18 Juni 2001 tentang penerapan prinsip mengenal nasabah (Know Your Customer Principles). Dimana peraturan yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia dimaksudkan untuk memperkecil risiko yang dihadapi Bank terutama dari sisi keuangan bank yaitu sisi aktiva maupun passiva.
(5) Produk dan Jasa Bank Yang akan Ditawarkan.
Dalam kaitan ini seorang customer service harus mengetahui jenis, manfaat dan ciri masing-masing produk dan jasa karena ini akan sering ditanyakan oleh nasabah yang datang kepadanya karena hal ini akan sangat mendukung pelayanan prima dan profesi yang disandangnya sehingga menjadikan seorang customer service tersebut profesional dalam bidangnya.
http://pelatihanbank.wordpress.com/2012/12/22/apa-fungsi-tugas
Good customer service is the lifeblood of any business. You can offer promotions and slash prices to bring in as many new customers as you want, but unless you can get some of those customers to come back, your business won't be profitable for long.
Good customer service is all about bringing customers back. And about sending them away happy - happy enough to pass positive feedback about your business along to others, who may then try the product or service you offer for themselves and in their turn become repeat customers.
If you're a good salesperson, you can sell anything to anyone once. But it will be your approach to customer service that determines whether or not you’ll ever be able to sell that person anything else. The essence of good customer service is forming a relationship with customers – a relationship that that individual customer feels that he would like to pursue.
How do you go about forming such a relationship? By remembering the one true secret of good customer service and acting accordingly; "You will be judged by what you do, not what you say."
I know this verges on the kind of statement that's often seen on a sampler, but providing good customer service IS a simple thing. If you truly want to have good customer service, all you have to do is ensure that your business consistently does these things
Source : http://sbinfocanada.about.com/od/customerservice/a/custservrules.htm

A. Definisi Customer Service

Pelayanan Nasabah atau yang sering kita dengar sebagai Customer Service Officer berasal dari dua kata yaitu Customer yang berarti pelanggan dan Service yang berarti pelayanan. Pelayanan menurut Kasmir, S.E., M.M., diartikan sebagai tindakan atau perbuatan seseorang atau organisasi untuk memberian kepuasan kepada pelanggan atau nasabah. Sedangkan Pelayanan Nasabah atau Customer Service Officer menurut Buku Operasional Bank Rakyat Indonesia adalah kelompok kerja pelayanan yang merupakan himpunan dari pegawai yang profesional dibidang pelayanan dan ditujukan untuk meningkatkan kepuasan kepada nasabah, dengan cara memenuhi harapan dan kebutuhannya.

Customer Service Officer dituntut untuk selalu berhubungan dengan nasabah dan menjaga hubungan itu tetap baik. Hal ini tentu saja harus dilakukan karena menjaga hubungan yang baik dengan nasbah juga berarti menjaga image bank agar citra bank dapat terus meningkat di mata nasabah.

Customer Service Officer harus memiliki kemampuan melayani nasabah secara tepat dan cepat serta memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Customer Service Officer yang baik harus diikuti dengan tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung kecepatan, ketepatan, dan keakuratan pekerjaannya. Selain itu, Customer Service Officer dituntut untuk memberikan pelayanan yang prima kepada nasabahnya, agar pelayanan yang diberikan dapat memuaskan nasabah. Untuk itu seorang Customer Service Officer harus memiliki dasar-dasar pelayanan yang kokoh seperti etiket pelayanan, pengenalan produk, dan dasar-dasar lainnya.Pelayanan yang diberikan akan berkualitas jika setiap petugas Customer Service Officer dibekali pengetahuan tentang dasar-dasar pelayanan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan dihadapinya, termasuk kemampuannya menguasai pengetahuan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan bank dan produk yang ditawarkan.

Source : http://cahturqlho.wordpress.com/2010/09/01/tentang-customer-service

Selasa, 30 September 2014

pengertian komunikasi

Pengertian Komunikasi

Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13).
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).
Tidak ada kelompok yang dapat eksis tanpa komunikasi : pentransferan makna di antara anggota-anggotanya. Hanya lewat pentransferan makna dari satu orang ke orang lain informasi dan gagasan dapat dihantarkan. Tetapi komunikasi itu lebih dari sekedar menanamkan makna tetapi harus juga dipahami (Robbins, 2002 : 310).

Pengertian Komunikasi
Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang-lambang yang bermakna bagi kedua pihak, dalam situasi yang tertentu komunikasi menggunakan media tertentu untuk merubah sikap atau tingkah laku seorang atau sejumlah orang sehingga ada efek tertentu yang diharapkan (Effendy, 2000 : 13).
Komunikasi adalah proses pemindahan pengertian dalam bentuk gagasan, informasi dari seseorang ke orang lain (Handoko, 2002 : 30).
Tidak ada kelompok yang dapat eksis tanpa komunikasi : pentransferan makna di antara anggota-anggotanya. Hanya lewat pentransferan makna dari satu orang ke orang lain informasi dan gagasan dapat dihantarkan. Tetapi komunikasi itu lebih dari sekedar menanamkan makna tetapi harus juga dipahami (Robbins, 2002 : 310).
Fungsi Komunikasi
Fungsi komunikasi adalah :
a. Kendali : komunikasi bertindak untuk mengendalikan prilaku anggota dalam beberapa cara, setiap organisasi mempunyai wewenang dan garis panduan formal yang harus dipatuhi oleh karyawan.
b. Motivasi : komunikasi membantu perkembangan motivasi dengan menjelaskan kepada para karyawan apa yang harus dilakukan bagaimana mereka bekerja baik dan apa yang dapat dikerjakan untuk memperbaiki kinerja jika itu di bawah standar.
c. Pengungkapan emosional : bagi banyak karyawan kelompok kerja mereka merupakan sumber utama untuk interaksi sosial, komunikasi yang terjadi di dalam kelompok itu merupakan mekanisme fundamental dengan mana anggota-anggota menunjukkan kekecewaan dan rasa puas mereka oleh karena itu komunikasi menyiarkan ungkapan emosional dari perasaan dan pemenuhan kebutuhan sosial.
d. Informasi : komunikasi memberikan informasi yang diperlukan individu dan kelompok untuk mengambil keputusan dengan meneruskan data guna mengenai dan menilai pilihan-pilihan alternatif (Robbins, 2002 : 310-311).

Bentuk-bentuk Komunikasi
Bentuk-bentuk komunikasi dapat dijabarkan sebagai berikut :
a. Komunikasi vertikal
Komunikasi vertikal adalah komunikasi dari atas ke bawah dan dari bawah ke atas atau komunikasi dari pimpinan ke bawahan dan dari bawahan ke pimpinan secara timbal balik.
b. Komunikasi horisontal
Komunikasi horisontal adalah komunikasi secara mendatar, misalnya komunikasi antara karyawan dengan karyawan dan komunikasi ini sering kali berlangsung tidak formal yang berlainan dengan komunikasi vertikal yang terjadi secara formal.
c. Komunikasi diagonal
Komunikasi diagonal yang sering juga dinamakan komunikasi silang yaitu seseorang dengan orang lain yang satu dengan yang lainnya berbeda dalam kedudukan dan bagian (Effendy, 2000 : 17).
Pendapat lainnya menyebutkan, komunikasi dapat mengalir secara vertikal atau lateral (menyisi).
Dimensi vertikal dapat dibagi menjadi ke bawah dan ke atas.
a. Ke bawah : Komunikasi yang mengalir dari satu tingkat dalam suatu kelompok atau organisasi ke suatu tingkat yang lebih bawah. Kegunaan dari pada komunikasi ini memberikan penetapan tujuan, memberikan instruksi pekerjaan, menginformasikan kebijakan dan prosedur pada bawahan, menunjukkan masalah yang memerlukan perhatian dan mengemukakan umpan balik terhadap kinerja.
b. Ke atas : komunikasi yang mengalir ke suatu tingkat yang lebih tinggi dalam kelompok atau organisasi digunakan untuk memberikan umpan balik kepada atasan, menginformasikan mereka mengenai kemajuan ke arah tujuan dan meneruskan masalah-masalah yang ada.
Sedangkan dimensi lateral, komunikasi yang terjadi di antara kelompok kerja yang sama, diantara anggota kelompok-kelompok kerja pada tingkat yang sama, diantara manajer-manajer pada tingkat yang sama (Robbins, 2002 : 314-315).


sumber: http://jurnal-sdm.blogspot.com/2007/12/komunikasi-arti-fungsi-dan-bentuk.html
 
 
Blogger Templates